FREE STANDING AMBULATORY CARE FACILITY (kelompok 2)

Kelompok 2

Pengajar    : Savitri Citra Budi, SKM

Program Studi Rekam Medis

Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Gadjah Mada

Anggota Kelompok 2  :

v Kurnia Salawati                 10/298696/DPA/3514

v Resa Septi Diani               10/302757/DPA/3522

v Jabat Rendika K.               10/303362/DPA/3560

v Arga Puspita E.                  10/303378/DPA/3566

v Fajar Esri Aryanti              10/303412/DPA/3576

FREE-STANDING  AMBULATORY  CARE  FACILITY

(Fasilitas  Rawat  Jalan  berdiri  Sendiri)

PENGERTIAN

Free-Standing Ambulatory Care Facility merupakan salah satu jenis pelayanan rawat jalan yang memberikan pelayanan kesehatan terpisah dari pelayanan kesehatan di rumah sakit. Fasilitas tersebut yang mengelola layanan kesehatan bagi individu yang tidak memerlukan rawat inap.

Fasilitas rawat jalan berdiri sendiri juga memiliki arti fasilitas medis dengan satu atau lebih layanan kesehatan terorganisir bukan bagian dari fasilitas rawat inap rumah sakit atau pusat rehabilitasi kejuruan, yang terutama bergerak dalam memberikan pelayanan kepada out-of-rumah sakit atau pasien rawat jalan oleh atau di bawah pengawasan dokter atau dokter gigi, maupun fasilitas yang dijalankan oleh suatu perusahaan untuk diagnosis, pencegahan atau pengobatan penyakit pada manusia, rasa sakit, cedera, cacat atau kondisi fisik.

FUNGSI  DAN  TUJUAN

Memberikan pelayanan kesehatan (medis) bagi masyarakat selain di rumah sakit ataupun ditempat pusat rehabilitasi dan sering beroperasi atas dasar keuntungan, biasanya dimiliki oleh dokter, kumpulan dokter atau perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham.

SEJARAH

Mengapa pelayanan perawatan rawat jalan berkembang? Penelitian yang sama yang menyebabkan ilmu medis peningkatan pemahaman proses penyakit telah menyebabkan perubahan pola medis praktek dan pengaturan perawatan pasien. Penggunaan teknologi canggih seperti endoskopi dan laser telah menurunkan trauma yang berhubungan dengan prosedur bedah dan telah memperpendek periode pemulihan pasca operasi. Kompleks prosedur yang satu dekade lalu diperlukan rumah sakit lama sekarang tetap dilakukan secara rutin dalam pengaturan perawatan rawat jalan. Selain itu, penggunaan layanan rawat jalan telah tumbuh dalam menanggapi publik permintaan berkualitas tinggi, kesehatan yang nyaman. Hari ini, pasien dan dokter sama menekankan azas ukuran pentingnya pengobatan pencegahan, yang disampaikan hampir seluruhnya dalam pengaturan rawat jalan.

Pada dekade setelah Perang Dunia Kedua, Hill-Burton Act merangsang pengeluaran pemerintah federal pada fasilitas kesehatan. Rumah sakit baru dibangun dan fasilitas yang lebih tua telah dimodernisasi untuk membuat rumah sakit perawatan lebih luas tersedia untuk Amerika. Pada tahun 1965, Judul XVIII Keamanan Sosial diamanatkan Undang-Undang penciptaan Medicare, yang didanai program asuransi kesehatan federal. Misalnya selama 65 tahun. Medicaid, program serupa menargetkan miskin, diikuti pemerintah ini program pemerintah merangsang pengeluaran pada kesehatan, dan pada 1980, telah menjadi jelas bahwa pengeluaran kesehatan akan terus meningkat jika dibiarkan.

Biaya pelayanan kesehatan terus menjadi perhatian nasional. Pelaksanaan suatu sistem pembayaran prospektif untuk Medicare dan pertumbuhan JPKM merupakan upaya oleh pemerintah federal, asuransi swasta, dan pengusaha untuk mengekang pengeluaran kesehatan. Permintaan untuk pelayanan kesehatan secara keseluruhan terus berkembang. Akurat dan dokumentasi kesehatan catatan lengkap sangat penting untuk kualitas rawat jalan jasa perawatan dan viabilitas ekonomi dari penyedia layanan rawat jalan.

Jasa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien atas dasar rawat jalan, daripada dengan masuk ke rumah sakit atau fasilitas perawatan kesehatan lainnya. Layanan dapat menjadi bagian dari rumah sakit, menambah layanan rawat inap, atau dapat diberikan di fasilitas yang berdiri bebas. Tahun memperkenalkan: 1968 (1966)

Komisi Bersama Program Akreditasi rawat jalan (The Joint Commission’s Ambulatory Care Accreditation Program) didirikan pada tahun 1975, dan sekarang lebih dari 1.600 organisasi rawat jalan bediri sendiri yang telah terakreditasi. Organisasi-organisasi ini pada umumnya jatuh ke dalam kategori pelayanan bedah, kedokteran / gigi dan diagnostik / terapi.

JENIS-JENIS  FASILITAS  RAWAT  JALAN  BERDIRI  SENDIRI

Terdapat berbagai jenis fasilitas pelayanan rawat jalan yang berdiri sendiri. Salah satunya adalah praktek dokter, praktek dokter memberikan prosentase terbesar dalam pelayanan rawat jalan yang berdiri sendiri. Praktek dokter bisa berupa praktek solo (dalam praktek dokter, hanya ada satu dokter / sendiri) , praktek grup swasta, atau berupa “health maintenance organization”. Departemen-departemen kesehatan masyarakat sering menyediakan fasilitas rawat jalan melalui pusat-pusat kesehatan lingkungan. Sekarang semakin banyak fasilitas rawat jalan berdiri sendiri yang muncul untuk mencari keuntungan dan dijalankan oleh perusahaan milik pemegang saham.

Jenis-jenis fasilitas rawat jalan berdiri sendiri :

  1. 1. Group Practice ( Praktek Grup )

Ameican Hospital Association ( AHA ) mendefinisikan praktek bersama (‘group practice’) sebagai “praktek gabungan tiga atau lebih dokter dan atau dokter gigi yang secara bersama menggunakan ruangan kantor, perlengkapan, catatan medis, pegawai, biaya, dan pendapatan”. Suatu praktek bersama bisa khusus untuk satu jenis spesialisasi dan memberikan pelayanan yang komprehensif.

  1. 2. Health Maintenance Organization ( HMO )

HMO merupakan organisasi pemeliharaan kesehatan yang muncul sebagai usaha untuk mengotrol biaya pemeliharaan kesehatan. Tahun 1973 Undang-undang Federal menyediakan sokongan dana untuk HMO yang memenuhi persyaratan federal, sehingga menyebabkan HMO berkembang dengan pesat.

AHA mendefinisikan, HMO adalah suatu organisasi yang memiliki tanggung jawab manajemen untuk penyediaan pelayanan kesehatan komprehensif berdasarkan pembayanran di muka untuk anggotanya yang terdaftar secara sukarela di dalam suatu populasi tertentu.

Pembayaran pada penyedia pelayanan kesehatan ini, jumlahnya tetep (fixed) dibayar oleh anggota untuk ketersediaan semua pelayanan yang termasuk di dalam rancangan (plan). Rancangan HMO mencakup perlindungan (coverage) terhadap pelayanan rawat inap, pelayanan emergensi, dan rawat jalan (salah satunya pada rawat jalan yang berdiri sendiri). Sebagai tambahan, terdapat ketentuan mengenai pemeriksaan medis yang teratur, imunisasi, dan tindakan pencegahan lain yang ditunjukan untuk mempertahankan kesehatan yang baik. Sealin itu, kaca mata, alat bantu pendengaran, dan alat-alat prostetik juga di masukkan dalam rancangan HMO ini.

Terdapat empat jenis HMO dengan cara pemeliharaan informasi yang berbeda:

  • HMO model staf

Pada HMO model staf, dokter hanya bekerja untuk HMO di dalam fasilitasnya, maksudnya dokter dipekerjakan dan dibayar oleh HMO dan dianggap karyawan. Karena model ini merupakan fasilitas terpisah yang jelas, mereka sering memiliki bagian rekam medis untuk HMO.

  • HMO model kelompok atau tertutup

HMO model kelompok membuat kontrak dengan dokter yang tetap bekerja di tempat prakteknya sendiri, tetapi ia hanya melayani anggota HMO. Dokter ini mengelola sendiri catatan medisnya, harus memasukkan data praktek ke HMO sehingga HMO bisa memantau utilisasi (penggunaan sumber-sumber), mutu, dan biaya.

  • Perkumpulan praktek inependen (Independent Practice Associations)

Perkumpulan praktek independen ini mirip dengan HMO model kelompok, karena dokternya berpraktek di tempat prakteknya sediri, memelihara dan mengelola catatan medisnya sendiri sambil memberikan data praktek kepada HMO untuk pemantauan. Namun perbedaannya dengan HMO kelompok, dokter  pada perkumpulan praktek independen tidak hanya melayani dan mengobati pasien-pasien HMO saja, sebagai tambahannya juga melayani pasien-pasien dari jenis asuransi lain.

  • Network model ( Model Jaringan)

Model model jaringan ini mirip dengan model kelompok, kecuali bahwa HMO mengkontrak untuk layanan dengan dua atau lebih kelompok dokter bukan hanya satu. HMO mengatur untuk menyediakan layanan kesehatan bagi anggotanya dan mengelola pembayaran yang diproses untuk semua layanan yang disediakan. Banyak HMO memiliki dasar pembayaran tingkat anggota per bulan (PMPM), yang merupakan mekanisme kapitasi untuk membayar tingkat yang ditetapkan bagi setiap anggota untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu bulan. Dan menyediakan semua perawatan yang diperlukan untuk para anggota dalam pembayaran ditetapkan.

  1. 3. Preferred Provide Organization ( PPO )

PPO dibentuk oleh suatu panel yang terdiri dari penyedia pelayanan kesehatan (provider) atau asuransi. PPO juga merupakan respons terhadap peningkatan biaya kesehatan. PPO mirip dengan HMO karena suatu paket benefit ditawarkan kepada pelanggan. Paket benefit yang ditawarkan bisa mencakup pelayanan dokter maupun pelayanan di rumah sakit dan pelayanan lainya. Panel PPO mengontrak provider untuk menawarkan pelayanan kesehatan bagi langganan PPO dengan biaya yang ditentukan berdasarkan tawar-menawar, biasanya dengan potongan harga. Pelanggan bebas menggunakan jasa provider yang tidak berafiliasi dengan PPO, namun ia akan mendapatkan insentif dana kalau menggunakan provider yang dikontrak.

Berbeda dengan HMO, PPO menggunakan sistem pembayaran untuk setiap pelayanan, sehingga terdapat potensial peningkatan biaya walau pun dengan biaya perindividu lebih rendah. Oleh karena itu, review terhadap utilisasi pada pelayanan rawaaaat jlan dan rawat inap perlu dilakukan untuk menekan atau mempertahankan biaya. Tidak terdapat lokasi terpusat untuk menyimpan catatan medis atau mengkoordinasikan pelayanan. Setiap provider memiliki catatan medis terpisah untuk setiap pelayanan pasien yang dilakukan. PPO mendapatkan informasi mengenai pelayanan dan tagihan provider melalui klaim yang diajukan, dan pada beberapa kasus, melalui ringkasan yang dibuat provider.

  1. 4. Neightborhood Health Centers

Neighborhood health centers disebut juga community health centers, pusat kesehatan rukun tetangga ini secara spesifik dirancang untuk membawa pelayanan kesehatan bagi  orang-orang yang kesulitan ekonomi. Penyedia pelayanan kesehatan ini sering dilaksanakan oleh departemen kesehatan masyarakat lokal atau state. Orang-orang yang tinggal di area miskin sering tidak mencari pelayanan kesehatan yang diperlukan baik karena keuangan yang tidak mampu, tidak tersedianya dokter pelayanan primer, atau masalah akses yang lain (seperti hambatan bahasa dan budaya). Pusat-pusat kesehatan ini berusaha untuk mempekerjakan penduduk setempat untuk menghilangkan hambatan akses dan untuk membuat biaya tetap rendah.

Pengobatan di pusat kesehatan ini umumnya terpusat pada keluarga. Secara tidak langsug, penyakit bisa timbul dari kondisi kehidupan yang sempit, fasilitas yang tidak bersih, dan faktor-faktor sosial dan ekonomi lainnya. Tim pelayanan keluarga digunakan oleh pusat kesehatan untuk menyediakan kesinambungan pelayanan bagi keluarga-keluarga yang melakukan pengobatan di pusat kesehatan ini. Pada sistem ini, tim pelayanan kesehatan biasanya terdiri dari seorang ahli penyakit dalam, ahli kesehatan anak, perawat, dan pekerja sosial. Penekanan berkesinambungan terutama pada prosedur dan pendidikan pencegahan penyakit. Pasien harus menyadari hubungan antara penyakit dengan kondisi kehidupan.

  1. 5. Urgent or Convenience Care Centers

Urgent or Convenience Care Centers (pusat pelayanan mendesak) merupakan pusat pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Perawatan Urgent adalah pemberian perawatan rawat jalan di fasilitas yang didedikasikan untuk pengiriman perawatan medis di luar sebuah rumah sakit gawat darurat , biasanya pada terjadwal, walk-in basis. Pusat perawatan Mendesak terutama digunakan untuk mengobati pasien yang memiliki luka atau penyakit yang membutuhkan perawatan segera namun tidak cukup serius untuk menjamin kunjungan ke ruang darurat, yaitu menawarkan pelayanan untuk masalah darurat minor seperti, terkilir, sakit tenggorokan, dan lain-lain.

Pusat perawatan mendesak Sering tidak terbuka secara terus menerus, tidak seperti ruang gawat darurat rumah sakit yang akan terbuka setiap saat. Pusat pelayanan kesehatan ini buka 12-16 jam sehari, tujuh hari seminggu. Hampir semua pusat pelayanan kesehatan ini merupakan perusahaan yang mencari keuntungan. Berbeda dengan HMO dan PPO, pusat pelayanan kesehatan yang mendesak tidak memiliki komponen asuransi. Pembayaran atas pelayanannya secara tegas adalah berdasarkan ‘fee-for-service’. Beberpa diantaranya akan menagih perusahaan asuransi pasien kalau rancangan asuransinya mencakup pelayanan rawat jalan. Akan tetapi banyak pusat pelayanan kesehatan yang menghendaki pembayaran langsung, sedangkan pasien harus menagih sendiri ke asuransinya, setelah pelayanan diberikan.

Pusat-pusat layanan awal mendesak dibuka pada 1970-an. Sejak itu sektor ini dari industri perawatan kesehatan telah dengan cepat berkembang ke sekitar 10.000 pusat. Banyak dari pusat-pusat telah dimulai oleh ruang gawat darurat dokter yang telah merespon kebutuhan masyarakat untuk akses mudah untuk perawatan medis terjadwal. Sebagian besar pusat-pusat pertumbuhan ini telah dipicu oleh penghematan yang signifikan bahwa pusat-pusat perawatan mendesak menyediakan lebih dari perawatan di gawat darurat rumah sakit. Banyak managed care organisasi (MCOs) sekarang mendorong pelanggan mereka untuk memanfaatkan opsi perawatan mendesak.

CATATAN  MEDIS  PADA  FASILITAS  RAWAT  JALAN  BEDIRI  SENDIRI

Standard catatan medis untuk fasilitas yang berdiri sendiri terdapat di dalam Accreditation Manual for ambulatory Health Care dari JCHO, dan di dalam Accreditation Handbook for Ambulatory Health Care dari AAAHC. Kedua kelompok ini mengakreditasi fasilitas pelayanan rawat jalan berdiri sendiri seperti, praktek dokter, praktek grup swasta, HMO, Urgent Care Centers, ambulatory urgery Centers,dsb.

  • Isi Catatan Medis Rawat Jalan berdiri Sendiri

Untuk memastikan tersedianya asuhan medis yang efektif, JCHO mengharuskan catatan medis fasilitas rawat jalan berdiri sendiri untuk memelihara daftar ringkasan prosedur bedah masa lalu, dan diagnosa atau masalah masa lalu dan sekarang. Daftar ini harus secara jelas terdokumentasi di dalam catatan medis pasien. Daftar ini tidak perlu berisi maslah yang timbul berulang kali, tetapi harus mencakup setiap keadaan bedah dan medis yang berarti, setiap alergi dan reaksi obat yang tidak diinginkan, dan obat-obatan yang digunakan saat ini dan sebelumnya.

Sebagai tambahan, setiap entry catatan pasien (untuk setiap kunjungan) harus didefinisikan dengan nama dan nomor pasien (kalau ada), dan harus mencakup :

  1. Tanggal, bagian, dan nama serta profesi pelayanan kesehatan
  2. Keluhan utama atau tujuan kunjungan
  3. Penemuan obyektif
  4. Diagnosis atau kesan medis
  5. Pemeriksaan yang diperintahkan, seperti laboratorium atau X-ray
  6. Obat-obatan yang diberikan
  7. Kesimpulan, rekomendasi, dan instruksi untuk pasien
  8. Tanda tangan dokter

Berbagai state memiliki aturan tambahan yang berlaku untuk semua tempat rawat jalan berdiri sendiri, dan profesional informasi kesehatan harus terbiasa dengan semua aturan ini sebagaimana aturan pemerintah federal.

  • Format Catatan Rawat Jalan berdiri Sendiri

Penyusunan informasi harus dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh orang-orang yang menghadapinya setiap hari. Catatan rawat jalan berdiri sendiri harus menyediakan cara komunikasi yang mudah di antara sesama pelayan kesehatan

Pada metode berorientasi sumber, formulir disusun secara kronologis, dan ditempatkan di dalam catatan medis menurut jenis formulir atau layanan yang diberikan. Pada catatan terintegrasi , catatan kemjuan dimasukkan secara kronologis ketat oleh semua provider, tanpa menghiraukan jenis pelayanan. Catatan kemajuan berorientasi masalah akan bermanfaat kalau pasien dikunjungi untuk beberapa masalah sekaligus, dan referensi/rujukan harus dibuat ke pengobatan masing-masingnya.

Fasilitas rawat jalan berdiri sendiri harus memutuskan sendiri format yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan kesukaannya. Profesional informasi kesehatan bisa membantu fasilitas dalam memilih format yang sesuai dan merekomendasikan perubahan yang perlu dalam penyusunan catatan medis.

SUMBR

  1. http://w3.health.state.ny.us/dbspace/NYCRR10.nsf/11fb5c7998a73bcc852565a10049f87/8525652c00680c3e8525652c006e6a7c?OpenDocument
  1. http://www.scribd.com/doc/25890052/Abstrak-Penelitian-Kesehatan-Seri-23
  1. 3. faculty.weber.edu/hmerkley/Ambulatory.ppt

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Urgent_care
  1. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?db=mesh&term=%22ambulatory%22
  1. Huffman, Edna K. 1999. Health Information Management.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: