ON-SITE AMBULATORY CARE

TUGAS PSRM

ON-SITE AMBULATORY CARE

I Dewa Ayu Dwi D.S    :  10/303661/DPA/3654/D
Febri Widodo R            : 10/304211//DPA/3686/D
Ventriana Muti’ah       :  10/303739/DPA/3678/D
Yuliana Marliani                   :  10/303668/DPA/3656/D
Kuni Maghfuroh                   :  10/303647/DPA/3650/D

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PROGRAM STUDI D-3 REKAM MEDIS
FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2010
ON-SITE AMBULATORY CARE

            Seiring dengan perubahan jaman, fasilitas pelayanan di rumah sakit 
pun ikut mengalami perubahan. Pelayanan tidak lagi hanya tersedia di rumah sakit 
(Rawat Inap) atau di tempat dokter. Pelayanan semakin banyak disediakan di 
berbagai tempat pelayanan rawat jalan (Ambulatory Care). Konsumen kesehatan 
memiliki banyak pilihan. Pelayanan rawat jalan kini telah menjadi pilihan bagi 
para konsumen kesehatan. 

            Pelayanan kesehatan rawat jalan adalah pelayanan yang diberikan 
kepada pasien yang tidak dirawat sebagai rawat inap di Rumah Sakit atau 
Institusi Perawatan kesehatan yang menjadi tempat ‘encounter’. 

            Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan penggunaan rawat jalan. 
Faktor utama adalah usaha pemerintah, pembayar dari pihak ketiga dan masyarakat 
bisnis, untuk mempertahankan atau menurunkan biaya pemeliharaan kesehatan. 
Medicare membayar rumah sakit untuk perawatan rawat inap melalui sistem 
pembayaran prospektif. Sistem ini memberi insentif keuangan bagi rumah sakit 
untuk memulangkan pasien lebih awal, sehingga kebutuhan pelayanan follow up 
rawat jalan yan lebih intensif meningkat. Tekanan untuk menurunkan biaya juga 
telah menyebabkan bertambahnya ‘coverage’ penggantian biaya untuk pelayanan 
rawat jalan, dan pada beberapa kasus asuransi juga menuntut agar pengobatan 
tertentu disediakan secara rawat jalan. 

            Di dalam usaha untuk menekan biaya terdapat kakhawatiran akan akibat 
dari pertumbuhan populasi orangtua yang luar biasa. Biro sensus meramalkan bahwa 
jumlah orang berusia di atas 65 tahun akan meningkat menjadi dua kali lipat 
antara tahun 1980 dan 2020, dengan pertumbuhan yang lebih cepat terjadi pada 
kelompok usia di atas 85 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan 
populasi ini tanpa peningkatan biaya yang besar, harus dilaksanakan usaha-usaha 
untuk mengontrol biaya. Akibatnya, penggunaan berbagai alternatif terhadap 
pelayanan rawat inap yang mahal akan terus meningkat. Namun, dimasa depan biaya 
dari alternatif-alternatif ini akan mengalami pengawasan yang lebih ketat. 

            Dua faktor lain yang akan terus mempengaruhi peningkatan pemanfaatan 
pelayanan rawat jalan adalah konsumerisme dan kemajuan pengetahuan dan 
teknologi. Terdapat kecenderungan ke arah pelayanan kesehatan alternatif oleh 
konsumen. Pasien lebih menuntut dalam hal informasi kemudahan. Namun, banyak 
orang lebih memilih pelayanan rawat jalan daripada rawat inap. Kemajuan ilmu 
pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan perawatan yang sebelumnya dilakukan 
di Rumah Sakit (misalnya dialisis, kemoterapi kanker, hyperalimentasi, dsb) 
tersedia secara rawat jalan. Kemajuan-kemajuan ini telah membuat alternatif 
terhadap rawat inap menjadi bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian, 
pelayanan rawat jalan telah bisa menjadi alternatif pilihan bagi konsumen 
kesehatan tanpa mempengaruhi pelayanan rawat inap pada fasilitas pelayanan 
kesehatan tersebut. 

            Ada berbagai macam pelayanan rawat jalan pada fasilitas pelayanan 
kesehatan, salah satunya adalah fasilitas rawat jalan di tempat atau on-site 
ambulatory care. 

            Fasilitas rawat jalan di tempat (on-site) atau on site ambulatory 
care terdapat di luar rumah sakit seperti di tempat bisnis, institusi 
pendidikan, atau penjara. Klinik kesehatan industri menkankan pemeliharaan 
kesehatan dan keselamatan karyawan. Pusat kesehatan mahasiswa universitas 
mengobati mahasiswa dan kadang staf pengajar di lingkungan universitas. 
Pengobatan bisa berkisar dari pertolongan pertama sampai pelayanan kesehatan 
umum, dan pada klinik kesehatan industri bisa mencakup pemeriksaan fisik sebelum 
diterima bekerja dan program lain seperti manajemen stress. Standar kesehatan 
rawat jalan JCAHO, sebagaimana juga standar dari accreditation Association for 
Ambulatiry Health Care, bisa diterapkan pada hampir semua tempat pelayanan rawat 
jalan di tempat ini. Sebagai tambahan, National Commision on Correctional health 
Care yang terdapat di Chicago menerbitkan tiga set standar yaitu Standards For 
Health Care In Jails, Standards for Health Care in Prison, Standards for Health 
Care in Juvenille Confinement Facilities. Professional manajemen informasi 
kesehatan harus juga merujuk peraturan federal yang sesuai untuk informasi medis 
di tempat-tempat ‘koreksi’ ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: